ABOCATH 20

Rp7.000

+ Free Shipping

Komposisi & Struktur Alat

Abocath bukan merupakan obat, melainkan alat kesehatan habis pakai (disposable medical devices) yang secara umum terdiri dari dua komponen utama: 

  • Jarum Logam (Stylet/Needle): Terbuat dari baja tahan karat medis (stainless steel) yang sangat tajam, berfungsi sebagai pemandu untuk menusuk kulit dan menembus dinding pembuluh darah vena. 

  • Kateter Plastik (Kanula/Polyurethane): Selang plastik lentur bersertifikasi medis yang membungkus jarum logam. Kateter inilah yang nantinya akan ditinggalkan di dalam pembuluh darah setelah jarum logamnya ditarik keluar. 

  • Kapasitas Aliran: Memiliki diameter jarum standar ukuran 20 Gauge dengan kemampuan mengalirkan cairan sekitar ± 60 ml per menit. 

 Manfaat & Kegunaan

Abocath 20 memiliki kegunaan yang sangat fleksibel karena ukurannya berada di tengah-tengah (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil). Manfaat utamanya meliputi:

  • Terapi Cairan Rutin (Maintenance): Digunakan untuk memasukkan cairan infus, nutrisi, atau vitamin ke dalam tubuh pasien rawat inap.

  • Pemberian Obat Intravena: Menjadi jalur utama untuk menyuntikkan obat-obatan yang harus langsung masuk ke pembuluh darah.

  • Transfusi Darah: Cukup besar untuk mengalirkan darah, komponen darah, atau cairan infus yang memiliki konsistensi cenderung kental.

  • Pengambilan Sampel Darah: Dapat digunakan sekaligus untuk mempermudah pengambilan darah laboratorium. 

 Cara Pemakaian (Hanya oleh Tenaga Medis)

Pemasangan Abocath harus dilakukan menggunakan teknik steril oleh dokter atau perawat yang kompeten. Prosedur dasarnya meliputi: 

  • Persiapan: Petugas medis mencuci tangan, menggunakan sarung tangan steril, dan menyiapkan area vena yang akan ditusuk (biasanya di punggung tangan atau lengan). 

  • Sterilisasi Kulit: Area kulit dibersihkan menggunakan kapas alkohol atau antiseptik. 

  • Penusukan: Abocath ditusukkan ke dalam vena dengan sudut tertentu. Jika darah terlihat masuk ke dalam indikator kateter, tandanya jarum sudah berada di posisi yang tepat. 

  • Penarikan Jarum: Kateter plastik didorong perlahan masuk ke dalam vena, sementara jarum logam bagian dalam ditarik keluar seluruhnya. 

  • Fiksasi: Kateter disambungkan ke selang infus dan ditempel (difiksasi) menggunakan plester transparan medis atau kasa steril. 

  • Evolusi Berkala: Lokasi tusukan wajib diganti atau dipindahkan setiap 48–72 jam untuk mencegah komplikasi. 

 Cara Penyimpanan

Untuk menjaga sterilitas dan fungsi alat sebelum digunakan, Abocath harus disimpan dengan ketentuan berikut:

  • Simpan di tempat yang kering, bersih, dan sejuk (suhu ruangan).

  • Hindari paparan sinar matahari langsung atau suhu panas ekstrem secara terus-menerus.

  • Pastikan kemasan plastik pelindung tidak robek, terbuka, atau basah. Jika kemasan rusak, alat tersebut tidak lagi steril dan tidak boleh digunakan.

 Efek Samping & Risiko Komplikasi

Pemasangan kateter intravena dapat menimbulkan beberapa efek samping lokal maupun sistemik, di antaranya:

  • Nyeri dan Memar: Rasa nyeri ringan saat jarum menusuk kulit serta risiko memar ringan di sekitar area penusukan.

  • Flebitis & Tromboflebitis: Peradangan pada pembuluh darah vena yang ditandai dengan area infus menjadi merah, bengkak, terasa panas, atau mengeras.
Category: